Standardisasi ekonomi haji umrah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem penyelenggaraan ibadah yang lebih profesional, berkualitas, dan berkelanjutan. Melalui Direktorat Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, pemerintah terus menyusun berbagai standar yang bertujuan meningkatkan mutu produk, layanan, serta daya saing pelaku usaha nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Nur Rokhma Muliana, saat menghadiri Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) di Purwokerto, Kamis (17/7).

standardisasi ekonomi haji umrah

Menurutnya, penerapan standar menjadi fondasi penting dalam menciptakan layanan haji dan umrah yang aman, nyaman, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap berbagai produk dan jasa yang digunakan oleh jamaah.

Standardisasi Ekonomi Haji Umrah Tingkatkan Kualitas Layanan

Penerapan standardisasi ekonomi haji umrah dilakukan untuk memastikan seluruh produk dan layanan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih profesional sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha Indonesia.

Selain menjamin kualitas, standardisasi juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM nasional untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah.

Fokus Pengembangan di Berbagai Sektor Strategis

Direktorat Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan saat ini memprioritaskan penyusunan standar pada sejumlah sektor penting, antara lain:

  • Pangan siap saji bagi jamaah haji.
  • Batik resmi jamaah haji.
  • Asrama haji.
  • Platform digital ekonomi haji dan umrah.

Program tersebut dibarengi dengan pembinaan UMKM, peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta digitalisasi agar mampu menghasilkan produk dan layanan yang memenuhi standar kualitas.

Standar Pangan untuk Menjamin Kenyamanan Jamaah

Dalam mendukung standardisasi ekonomi haji umrah, pemerintah tengah menyusun standar pangan siap saji yang akan digunakan oleh jamaah haji reguler di Arab Saudi.

Standar tersebut meliputi keamanan pangan, kandungan gizi, kehalalan produk, kualitas kemasan, kemudahan distribusi, hingga daya tahan makanan selama proses pengiriman ke Tanah Suci.

Dengan adanya standar tersebut, produk pangan Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari kebutuhan konsumsi jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.

Batik Jamaah Haji Disiapkan Memiliki Standar Nasional

Selain sektor pangan, pemerintah juga mempercepat penyusunan standar batik jamaah haji.

Standar yang disusun mencakup kualitas bahan, kenyamanan saat digunakan di iklim Arab Saudi, ketahanan warna, ukuran yang sesuai, kualitas jahitan, hingga desain yang tetap mencerminkan identitas bangsa Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan mutu industri batik nasional sekaligus memberikan kenyamanan bagi jamaah selama menjalankan ibadah.

Asrama Haji Menuju Pelayanan Setara Hotel Bintang Tiga

Sebagai bagian dari standardisasi ekonomi haji umrah, pemerintah juga menyusun standar pelayanan asrama haji yang mengacu pada hotel bintang tiga.

Standar tersebut mencakup kebersihan, kenyamanan, sanitasi, keamanan, akses bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta sistem informasi pelayanan yang lebih modern dan terintegrasi.

Dengan peningkatan kualitas tersebut, jamaah diharapkan memperoleh pelayanan yang semakin baik sejak berada di tanah air hingga menjelang keberangkatan.

Digitalisasi Dukung Pelaku Usaha Nasional

Transformasi digital menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi haji dan umrah.

Platform digital yang sedang dikembangkan akan mempermudah pemasaran produk dan layanan yang telah memenuhi standar pemerintah. Kehadiran platform ini juga diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing UMKM, serta memberikan perlindungan yang lebih baik kepada jamaah sebagai konsumen.

Program Prioritas Terus Dipercepat

Direktorat Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan saat ini mempercepat sejumlah program prioritas, antara lain:

  • Penyusunan standar pelayanan asrama haji setara hotel bintang tiga.
  • Penyusunan petunjuk teknis platform digital pemasaran Kementerian Haji dan Umrah.
  • Penyusunan petunjuk teknis standardisasi produk pangan siap saji bagi jamaah haji reguler.
  • Pembahasan standardisasi batik jamaah haji.
  • Penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah.

Seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola sekaligus membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Penutup

Penerapan standardisasi ekonomi haji umrah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat daya saing produk nasional, serta membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM Indonesia untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Dengan dukungan regulasi, digitalisasi, dan peningkatan mutu layanan, ekosistem ekonomi haji dan umrah nasional akan semakin kuat serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi jamaah maupun pelaku usaha.

Copyright © 2026 Khazzanah Tour Travel